Pandji Pragiwaksono Apresiasi Dukungan Gibran Rakabuming di Tengah Polemik Mens Rea

Pandji Pragiwaksono Apresiasi Dukungan Gibran Rakabuming di Tengah Polemik Mens Rea

Belakangan ini, dunia hiburan Indonesia lagi ramai banget nih sama polemik seputar special stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang berjudul Mens Rea. Show yang tayang di Netflix ini bikin heboh karena ada materi yang dianggap nyenggol figur publik, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Alih-alih marah atau bikin gaduh lebih besar, Gibran justru kasih dukungan buat Pandji untuk terus berkarya. Nah, tanggapan Pandji Pragiwaksono soal dukungan Wapres Gibran ini malah positif banget lho. Dia bilang sikap Gibran bijak dan jadi contoh baik buat semua orang.

Polemik ini muncul karena beberapa pihak merasa materi Pandji melanggar batas, sampe ada yang lapor polisi. Tapi di tengah situasi panas kayak gini, respons Gibran yang santai justru bikin banyak orang salut. Pandji sendiri angkat topi, bilang ini preseden bagus buat kebebasan berekspresi di Indonesia. Penasaran gimana detailnya? Yuk, kita bahas satu-satu biar lebih jelas.

Apa Sebenarnya Polemik Mens Rea Itu?

Jadi gini, Mens Rea adalah special stand-up comedy Pandji yang direkam live di Indonesia Arena Jakarta pada 30 Agustus 2025, lalu tayang di Netflix mulai 27 Desember 2025. Judulnya diambil dari istilah hukum Latin yang artinya “niat jahat”, tapi di show ini Pandji pakai buat ngebahas berbagai isu sosial dan politik dengan gaya satir khasnya.

Masalah mulai muncul pas potongan-potongan video beredar di medsos. Ada materi yang ngerosting penampilan fisik Gibran, seperti bilang matanya keliatan ngantuk (yang katanya ada hubungannya sama kondisi ptosis). Selain itu, Pandji juga kritik beberapa kebijakan pemerintah dan figur lain. Bagi yang suka, ini lucu dan menyegarkan. Tapi bagi sebagian orang, ini dianggap menghina dan menyinggung.

Akibatnya? Ada lima laporan polisi plus satu aduan masyarakat ke Polda Metro Jaya. Pandji dipanggil buat klarifikasi pada 6 Februari 2026. Dia datang kooperatif, bilang niatnya cuma menghibur, bukan nyerang pribadi atau menghasut.

Polemik ini bukan hal baru di dunia stand-up Indonesia. Komedi satir sering banget nyentuh isu sensitif, tapi di negara kita, batasnya kadang abu-abu. Yang bikin beda kali ini adalah respons dari pihak yang “disentil” langsung, yaitu Gibran.

Sikap Gibran yang Bikin Pandji (dan Banyak Orang) Salut

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal ini dengan nada yang super chill. Dia bilang nggak tersinggung dan justru dukung Pandji terus berkarya. Katanya, kritik lewat komedi itu wajar, asal masih hormati norma, budaya, dan agama.

Beberapa pernyataan langsung dari Gibran:

  • “Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa.”
  • Dia juga tekankan pentingnya penghormatan terhadap nilai-nilai lokal, tapi tetap kasih ruang buat ekspresi kreatif.

Gibran bahkan ajak masyarakat sikapi materi komedi dengan kepala dingin, jangan dibesar-besarkan. Sikap ini beda banget sama kasus-kasus sebelumnya di mana figur publik langsung marah atau dorong proses hukum.

Kenapa ini penting? Karena Gibran dari generasi milenial, dia paham betul pop culture seperti stand-up comedy. Responsnya nunjukin kematangan dalam demokrasi: kritik boleh ada, selama nggak melanggar batas hukum yang ekstrem.

Tanggapan Pandji Pragiwaksono: Penuh Apresiasi dan Harapan

Pas kelar dari pemeriksaan di Polda, Pandji langsung kasih tanggapan soal dukungan Gibran. Dia bilang senang banget dan nilai sikap itu bijak. Menurut Pandji, Gibran bisa jadi contoh bagus cara nangkep joke tanpa overreact.

Beberapa kutipan langsung dari Pandji:

  • “Saya rasa Wakil Presiden Gibran jadi contoh bahwa gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke.”
  • “Wapres Gibran sebagai Wakil Presiden dari generasi milenial memang paling pas menyikapi produk pop culture seperti stand up comedy. Respons beliau yang tidak mempermasalahkan itu menunjukkan beliau paham kesenian dan berharap pendukungnya tidak berlebihan.”
  • Dia juga bilang, “Bahwa sebuah joke itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan.”

Pandji pesan ke sesama komika: jangan takut. Niat kita menghibur, dan kalau ada yang nggak suka, ya wajar aja beda selera. Yang penting, dialog terbuka.

Dia juga apresiasi karena dukungan Gibran ini bisa jadi preseden positif buat iklim kreatif di Indonesia. Komika bisa lebih leluasa bikin materi satir tanpa takut langsung kena laporan.

Pandji Pragiwaksono Puji Wapres Gibran yang tidak Baper

Kenapa Sikap Ini Penting Buat Kebebasan Berekspresi?

Di Indonesia, kebebasan berekspresi sering jadi perdebatan panas. UU ITE dulu bikin banyak orang takut kritik karena gampang kena pasal pencemaran nama baik. Stand-up comedy sebagai seni satir sebenarnya alat bagus buat nyindir kekuasaan tanpa harus demo di jalan.

Kasus Mens Rea ini nunjukin dua sisi:

  1. Masih ada kelompok yang sensitif banget sama joke, sampe lapor polisi.
  2. Tapi ada juga figur publik kayak Gibran yang pilih respons dewasa.

Kalau semakin banyak yang ikut sikap Gibran, dunia kreatif bakal lebih sehat. Komika bisa kritik sosial tanpa takut dipenjara, penonton bisa tertawa sambil mikir, dan demokrasi kita makin matang.

Bayangin kalau setiap joke politik langsung jadi kasus hukum. Bakal sepi banget panggung komedi kita. Untungnya, kali ini ada angin segar dari dukungan Gibran yang diapresiasi Pandji.

Reaksi Publik: Campur Aduk Tapi Banyak yang Positif

Di medsos, opini terbelah. Ada yang dukung Pandji, bilang komedi harus bebas. Ada juga yang kritik, bilang Pandji kelewatan nyenggol fisik orang.

Tapi setelah Gibran dan Pandji saling apresiasi, banyak netizen yang bilang ini momen bagus. Beberapa komika lain juga angkat suara dukung Pandji, meski ada yang khawatir dampak hukum.

Dokter Tompi sempat komentar soal ptosis Gibran, bilang itu kondisi medis, bukan bahan lelucon. Tapi secara keseluruhan, polemik ini pelan-pelan mereda berkat sikap dewasa keduanya.

Kesimpulan: Preseden Baik dari Tanggapan Pandji dan Dukungan Gibran

Intinya, tanggapan Pandji Pragiwaksono soal dukungan Wapres Gibran dalam polemik Mens Rea ini nunjukin kematangan dua figur dari generasi berbeda. Gibran kasih contoh pemimpin milenial yang paham humor, Pandji balas dengan apresiasi yang tulus. Semoga ini jadi awal yang baik buat kebebasan berekspresi di Indonesia—kritik boleh, tertawa boleh, asal saling hormat.

Kalian gimana pendapatnya? Dukung sikap Gibran atau masih merasa materi Pandji kelewatan? Share di komentar ya!

More From Author

Indosat dan Tanla Perkuat Fitur Anti-Scam Berbasis AI: Sudah Blokir 2 Miliar Ancaman!

Indosat dan Tanla Perkuat Fitur Anti-Scam Berbasis AI: Sudah Blokir 2 Miliar Ancaman!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *