Banjir sering melanda Jawa Barat dan Jakarta setiap musim hujan. Genangan air kotor membawa berbagai risiko kesehatan bagi keluarga Anda. Penyakit pasca banjir Indonesia seperti leptospirosis, demam berdarah, dan infeksi kulit bisa menyerang cepat jika Anda tidak waspada. Orang tua dan anak-anak di daerah rawan banjir menghadapi ancaman lebih besar karena sistem kekebalan yang rentan. Oleh karena itu, kenali gejala awal dan terapkan pencegahan sejak dini agar keluarga tetap sehat pasca banjir.
BMKG baru-baru ini memperingatkan potensi cuaca ekstrem dengan hujan lebat di Jakarta dan Jawa Barat hingga akhir Januari 2026. Puncak musim hujan meningkatkan genangan air yang menjadi sarang kuman. Anda perlu memahami dampak banjir kesehatan ini untuk melindungi rumah tangga.
Mengapa Warga Jawa Barat dan Jakarta Perlu Waspada Penyakit Pasca Banjir
Cuaca ekstrem BMKG mendorong curah hujan tinggi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Genangan air banjir mencampur sampah, kotoran hewan, dan limbah rumah tangga. Kondisi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan nyamuk berkembang biak.
Anda melihat banyak kasus leptospirosis melonjak pasca banjir besar. Bakteri Leptospira masuk melalui luka kecil atau selaput lendir saat terpapar air banjir. Anak-anak yang bermain di genangan dan orang tua dengan luka kronis paling rentan.
Selain itu, nyamuk Aedes aegypti berkembang di genangan air bersih sisa banjir. Hal ini memicu peningkatan demam berdarah. Dampak banjir kesehatan tidak hanya terbatas pada saat banjir, tetapi berlanjut berminggu-minggu setelah air surut karena kelembapan tinggi dan sampah menumpuk.
Jenis Penyakit Pasca Banjir yang Sering Muncul di Indonesia
Beberapa penyakit mendominasi pasca banjir di Indonesia. Anda perlu mengenali masing-masing agar bisa bertindak cepat.
Leptospirosis atau Demam Banjir Gejala muncul 5-14 hari setelah kontak air banjir. Penderitanya mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, mual, muntah, mata merah tanpa ingus, dan nyeri otot terutama di betis. Kasus berat menyebabkan kuning, gagal ginjal, atau perdarahan. Segera periksakan jika gejala muncul setelah terendam banjir.
Demam Berdarah Demam berdarah sering meningkat pasca banjir karena genangan menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Gejala diawali demam tinggi 2-7 hari, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, mual, muntah, serta muncul bintik merah atau ruam. Stadium kritis ditandai perdarahan gusi, mimisan, atau muntah darah. Pantau anak-anak karena mereka mudah mengalami dehidrasi.
Penyakit Kulit Banjir Air banjir penuh bakteri dan jamur memicu iritasi serta infeksi kulit. Gejala berupa ruam merah gatal, lepuh, bengkak, atau luka bernanah pada kaki dan tangan. Kulit lembab pasca banjir memperburuk dermatitis dan infeksi jamur. Jangan abaikan gatal kecil karena bisa menyebar luas.
Diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Diare muncul akibat konsumsi air atau makanan tercemar E. coli atau virus. Gejalanya mencakup diare encer, muntah, demam, dan kram perut. ISPA meningkat karena udara lembab dan debu dari sampah kering pasca banjir, menyebabkan batuk, pilek, demam, dan sesak napas.
Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit Pasca Banjir Indonesia
Anda bisa mencegah sebagian besar penyakit dengan langkah sederhana namun konsisten. Mulai dari membersihkan tubuh hingga menjaga lingkungan rumah.
Membersihkan Tubuh Setelah Kontak Air Banjir Segera mandi dengan air bersih dan sabun antiseptik setelah keluar dari genangan. Cuci tangan dan kaki minimal 20 detik, terutama sela-sela jari. Gunakan desinfektan jika sabun biasa tidak cukup. Lindungi luka terbuka dengan plester kedap air sebelum membersihkan rumah.
Menjaga Kebersihan Rumah Pasca Banjir Bersihkan lantai, dinding, dan perabot dari lumpur menggunakan air sabun panas. Buang sampah organik yang membusuk segera ke tempat pembuangan akhir. Semprotkan disinfektan pada area lembab untuk membunuh jamur dan bakteri. Angkat karpet dan jemur kasur agar kering sempurna.
Menggunakan Pelindung Saat Membersihkan Pakai sepatu boots, sarung tangan karet tebal, dan masker saat membersihkan rumah. Hindari kontak langsung kulit dengan air banjir. Orang tua sebaiknya delegasikan tugas berat kepada anggota keluarga muda yang sehat.
Memperkuat Daya Tahan Tubuh Keluarga Berikan makanan bergizi tinggi vitamin C dan protein. Pastikan anak-anak tidur cukup dan hindari stres pasca bencana. Vaksinasi dasar lengkap membantu mengurangi risiko infeksi parah.
Tips Kebersihan Air Banjir yang Efektif
Air menjadi sumber utama penularan penyakit pasca banjir. Anda harus sangat selektif dalam memilih sumber air.
Rebus air sampai mendidih minimal 1 menit atau gunakan air kemasan bermerk untuk minum dan memasak. Hindari air sumur dangkal yang terendam banjir karena tercemar bakteri. Gunakan tablet pemurni air jika air bersih sulit didapat.
Cuci sayur dan buah dengan air mengalir bersih, lalu rendam dalam air garam atau larutan potassium permanganat. Simpan makanan di tempat tertutup rapat jauh dari serangga. Jangan biarkan anak-anak minum air dari sumber tak jelas.
Kapan Harus Segera ke Dokter atau Fasilitas Kesehatan
Bawa keluarga ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari, muntah terus-menerus, diare berdarah, mata kuning, atau sesak napas. Deteksi dini leptospirosis dan demam berdarah sangat menentukan kesembuhan.
Orang tua sebaiknya pantau anak-anak yang mengeluh nyeri betis hebat atau ruam kulit memburuk. Jangan tunggu gejala kritis muncul karena penanganan cepat menyelamatkan nyawa.
Kesimpulan
Penyakit pasca banjir Indonesia dapat dicegah dengan kewaspadaan dan kebiasaan bersih yang konsisten. Keluarga di Jawa Barat dan Jakarta harus siap menghadapi cuaca ekstrem BMKG dengan persiapan matang. Terapkan langkah pencegahan setiap hari, kenali gejala awal, dan jaga kebersihan air banjir. Dengan demikian, Anda melindungi orang tua, anak, dan seluruh anggota keluarga dari ancaman kesehatan pasca banjir. Tetap waspada dan prioritaskan kesehatan keluarga Anda.





