Kabar menyedihkan datang dari skena musik punk Tanah Air. Romi Jahat meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi penggemar, rekan musisi, dan komunitas underground. Vokalis ikonik Romi & The Jahats ini berpulang di usia produktif, setelah sempat berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun.
Pengumuman resmi dari akun Instagram band langsung membuat jagat media sosial heboh. Banyak yang langsung mengenang sosok Babeh Romi – panggilan akrabnya – sebagai salah satu pilar punk Indonesia yang selalu vokal soal isu sosial. Romi Jahat meninggal dunia, tapi warisannya di musik punk bakal terus hidup lewat lagu-lagu kritisnya.
Siapa Sebenarnya Romi Jahat?
Romi Jahat punya nama asli Adie Indra Dwiyanto. Lahir dan besar di lingkungan underground Depok, dia sudah malang melintang di skena punk sejak akhir 1990-an. Gaya nyanyinya yang khas, enerjik, dan penuh semangat pemberontakan, bikin dia langsung jadi idola anak-anak punk.
Sebelum terkenal lewat Romi & The Jahats, Romi sempat aktif di beberapa band awal. Dia pernah jadi bagian dari Anti Military, yang jadi cikal bakal band-band punk lain. Kemudian, dia mendirikan Marjinal bersama Mike, Bob OI!, dan Steve. Di Marjinal, Romi mulai menunjukkan lirik-lirik tajam yang nggak takut kritik kekuasaan.
Tapi, perjalanan nggak selalu mulus. Setelah hengkang dari Marjinal, Romi memutuskan bikin band baru. Juni 2009, Romi & The Jahats resmi lahir. Formasi intinya: Romi (vokal), Dedis TJ atau Ableh (gitar), Chobex (bass), dan Panca atau Imam (drum). Band ini langsung jadi rumah baru buat Romi menuangkan idealisme punk-nya.
Perjalanan Romi & The Jahats: 18 Tahun Berkarya Tanpa Kompromi
Romi & The Jahats bukan band yang cari aman. Dari awal, mereka konsisten bawa semangat punk organik – DIY, anti-komersial, dan lirik yang nyindir realita sosial. Selama hampir 18 tahun, RTJ merilis lima album penuh dan banyak single yang jadi anthem anak underground.
Band ini sering manggung di gig-gig kecil, komunitas, sampai festival besar. Mereka nggak pernah kejar chart mainstream, tapi pengaruhnya luar biasa di skena punk Indonesia. Romi Jahat sering bilang, musik punk buat dia adalah alat perlawanan, bukan sekadar hiburan.
Salah satu momen ikonik adalah saat mereka tetap manggung meski kondisi sulit. Romi dikenal sebagai vokalis yang all out di atas panggung – teriakannya penuh power, gerakannya enerjik, bikin penonton ikut moshing gila-gilaan.
Lagu-Lagu Hits yang Bakal Selalu Dikenang
Kalau ngomongin Romi & The Jahats, pasti langsung keingetan lagu-lagu kayak:
- Negara Negara Gagal → Kritik pedas buat sistem yang bobrok.
- Slonong Boy → Cerita anak jalanan dengan beat cepat khas punk.
- Joni Lebay → Satire lucu tapi nyentil soal gaya hidup.
- Film Murahan → Nyinggung industri hiburan yang murah.
- Nilai Merah → Salah satu yang paling sering dinyanyikan bareng.
Lagu-lagu ini nggak cuma enak didengar, tapi bikin pendengar mikir. Banyak anak muda yang bilang, dengerin RTJ kayak dapat suntikan semangat buat lawan ketidakadilan sehari-hari.
Kondisi Kesehatan Romi Jahat Sebelum Meninggal Dunia
Beberapa minggu sebelum Romi Jahat meninggal dunia, pihak band sudah umumkan pembatalan beberapa jadwal manggung. Alasannya, kondisi kesehatan Romi yang terus menurun. Dia sempat dirawat intensif di rumah sakit selama kurang lebih dua pekan.
Meski begitu, sampai sekarang belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti kematiannya. Keluarga dan manajemen band memilih diam dulu, mungkin buat hormati proses duka. Yang jelas, kepergian Romi di usia produktif ini bikin banyak orang shock.
Reaksi Skena Punk dan Penggemar Setia
Begitu kabar Romi Jahat meninggal dunia menyebar, media sosial langsung banjir ucapan duka. Dari sesama musisi punk seperti Marjinal, Superman Is Dead, sampai komunitas underground kecil-kecilan, semua ikut berduka.
“Babeh Romi bukan cuma vokalis, tapi guru buat kita semua di skena ini,” kata salah satu rekan musisi. Penggemar banyak yang share video manggung lama, foto bareng, atau sekadar cerita gimana lagu-lagu RTJ pernah nemenin hari-hari sulit mereka.
Komunitas punk Indonesia kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh. Romi Jahat dikenal sebagai orang yang rendah hati, selalu dukung band-band muda, dan nggak pernah lupa akar underground-nya.
Warisan Romi Jahat yang Tak Akan Pudar
Romi Jahat meninggal dunia, tapi semangat punk yang dia bawa bakal terus nyala. Lewat Romi & The Jahats, dia sudah tanamkan pesan bahwa musik bisa jadi senjata perubahan. Buat anak-anak punk muda, Babeh Romi adalah bukti bahwa idealisme bisa bertahan meski zaman berubah.
Kalau kamu penggemar RTJ atau baru kenal lewat kabar ini, coba putar lagi lagu-lagu mereka. Rasain energi yang Romi tinggalkan. Rest in power, Babeh. Punk not dead, karena orang seperti Romi Jahat pernah ada di sini.

.jpg)
